Dilema.. gengsi VS kualitas ?


antara GENGSI VS KUALITAS..

Pada suatu masa, ada seorang Pemuda tampan yg lagi mencari calon istri. Pemuda ini pada dasarnya memang orang yg cenderung pemilih, maksudnya, dia ga bisa dengan cepat suka sama seorang gadis. Kalo bukan karena gadis itu bener-bener OKE banget, hal-hal yg cuma jadi rahasia Tuhan yg bisa membuat pria ini jatuh cinta *walaupun hal tsb jarang sekali terjadi*. Oia, sebelumnya, perkenalkan, pemuda ini dari latar belakang keluarga yg cukup terhormat walaupun bukan orang kaya raya. Ayah-ibunya berpendidikan walau bukan guru besar atau profesor. Dia pun demikian, seorang dokter muda yg belum lama disumpah.

Suatu ketika, saat si pemuda udah merasa siap untuk menikah, dia bingung. Dia bingung untuk menentukan siapa yg terbaik untuk dijadikan istri. Ada beberapa pilihan di depan matanya. Dan dari beberapa pilihan yg ada, setelah menimbang dari segala sisi, akhirnya tersisalah dua orang gadis yg pada dasarnya sangat berbeda satu sama lain namun masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Gadis pertama cukup cantik, berasal dari keluarga pengusaha ternama di kotanya. Dengan background keluarga yg sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat, gadis tersebut tumbuh menjadi gadis periang yg senang bergaul dengan siapa saja. Mungkin karena nama besar keluarganya juga yg mempunyai banyak relasi sehingga sang gadis menjelma menjadi sosok yg banyak disukai kaum adam. Menjadi suatu nilai yg sangat plus bukan untuk si pemuda jika dapat memenangkan hati sang gadis dan meminangnya. Apalagi mengingat seorang dokter tidak hanya butuh otak yg cerdas, tapi juga yg penting lainnya adalah mampu bersosialisasi, berkawan, dan membangun jaringan. Harap maklum, si pemuda termasuk tipe yg kalem, jadi mungkin akan saling melengkapi jika mempunyai istri yg easy-going dan sociable :D. Namun satu kekurangan sang gadis, kemampuannya berkomunikasi, memperbanyak kawan, dan bersosialisasi tidak diimbangi dengan pengetahuan yg memadai. Ia puas hanya dengan mengantongi ijazah SMA. Mungkin baginya, tanpa perlu bersusah payah sekolah lagi toh dirinya sudah banyak disukai lelaki.

Lain lagi dengan pilihan gadis yg kedua. Gadis ini juga berasal dari latar belakang keluarga yg tidak jelek. Sangat bagus malah, keluarga pendidik. Berawal dari nol dan sekarang menjadi salah satu penghasil ‘manusia didikan’ terbaik di Nasional. Berlatar belakang keluarga demikian menjadikan gadis2 tumbuh menjadi seorang gadis yg haus akan ilmu, mulai dari ilmu pengetahuan umum hingga ilmu-ilmu yg menyangkut kodratnya sebagai wanita. Dari segi fisik? Gadis2 merupakan sosok wanita yg cantik alami, anggun, dan elegan, walaupun tanpa make up ataupun baju-baju trendy. Gadis2 memiliki harga diri yg sangat dijaganya namun tidak pernah menyobongkan diri, tetap low profile dan membumi. Dan meskipun tidak se-‘silau’ dan se-‘kinclong’ gadis1, namun ia tidak ragu-ragu jika diminta untuk ‘meng-upgrade‘ ilmunya, jika ia salah atau perlu ‘belajar’ lebih banyak. Karena ia sadar betul akan kekurangan-kekurangan yg dimilikinya.

Kemudian si pemuda jadi tambah bingung. Bagi si pemuda kedua gadis tersebut sama-sama baik dan memiliki nilai positif dan negatif yg hampir sama di hatinya. Keraguannya menjadi bertambah ketika banyak suara-suara dari orang-orang dekat disekitarnya yg menyarankan untuk memilih gadis1 karena pesona dan bebet keluarganya tersebut. Namun pemuda tersebut juga tidak dapat meninggalkan begitu saja gadis2, karena baginya sepaket wanita yg *hampir* lengkap ada pada diri seorang gadis2, walaupun orang-orang dekat disekitarnya kurang setuju atas pilihannya itu *dengan alasan mereka masing-masing yg lebih cenderung memilih gadis1*. Padahal jika melihat dari spek kedua wanita tersebut, ibaratnya yg gadis1 adalah tipe wanita idaman incaran sejuta umat *kasarnya, cewe cantik tipe pasaran, idaman-ga idaman tapi ga ada yg nolak kalo dikasih, haha*, sedangkan kalo gadis2 ibarat lagunya James Blunt, You’re Beautiful, “…i saw your face in a crowded place…” *crowded oleh orang-orang seperti gadis1*, jadi gadis2 terkesan ‘ga jaman’. hehehe

yahh begitulah.. dan sampai saat tulisan ini di-release pun sang pemuda belum dapat memutuskan..
hohohohoho,

kita tunggu aja gimana akhir dari kisah cinta ini.

semoga si pemuda bisa memilih dengan bijak dan mendapat yg terbaik, amiinn šŸ˜‰

 

*Oia, buat yg baca, kasih saran atau pendapat donk, baiknya si pemuda milih yg manaa? hehe..*

3 thoughts on “Dilema.. gengsi VS kualitas ?

  1. Ciee ciee.. Sang pemuda yg bingung memilih
    Ujung dr kisah ini,ksimpulannya mnrt gw adlh

    Everything happens for a reason
    And life is about choice

    Gw tunggu kisah pemudanya šŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s