From Eastern Canada to Eastern Bali Indonesia


Image7 Juni 2013 — Orientasi jaga IGD hari ke-2. Di sela-sela sibuk dan ramainya pasien IGD siang ini, ada satu pemandangan lain tak biasa. Di salah satu bed pasien di sisi timur ruang IGD tampak dua orang berambut pirang, berhidung lebih mancung, dan berkulit lebih terang dari rata-rata orang lainnya di ruang ini. Dua orang bukan warga negara Indonesia berkesempatan “mampir” ke IGD RSUD tempat saya internship hari ini. Pasien bule pertamaku.

Reflek aja langsung saya bergerak ke arah pasien asing tersebut layaknya seorang dokter emergensi yang sigap ketika kedatangan pasien baru hehe. Sudah ada seorang perawat yang menghampiri sebelumnya yang dengan sigap sudah membawa termometer dan siap untuk menancapkan ke bagian axilla (ketiak) pasien. Oh iya, kedua warga negara asing ini terdiri dari seorang wanita sebagai ibu muda yang mengantar anaknya, dan seorang anak perempuan berusia 9 tahun sebagai pasiennya. Mereka ditemani oleh seorang Bli (panggilan untuk laki-laki dalam bahasa Bali) lokal yang fasih berbahasa asing (yang kedengarannya bukan English, seperti mmm?) yang saya taksir adalah seorang guide atau pemandu mereka selama jadi turis disini. Yak, yang pasien yang anak. Sudah terbaring dengan kesan lemas di atas bed. Dengan bahasa Inggris yang sudah lupa saya terbata-bata menganamnesis pasien ini.

Seperti kebanyakan pasien anak, anamnesis biasanya dilakukan lebih banyak kepada orang tua atau keluarga yang mengantar (alloanamnesis). Sebelum saya mengeluarkan kalimat tanya berbahasa Inggris “keluhannya apa, Bu?”,

Ibu pasien warga negara asing (disingkat: Ibu Pawna) ini sudah langsung mengungkapkan keluhan dan gejala yang dialami anaknya. Mungkin ekspresi wajah saya sudah lebih cepat menunjukkan pertanyaan ‘ada apa’ daripada lisan saya yang membutuhkan waktu berlipat lebih lama untuk melontarkan kalimat tanya dalam bahasa asing.

Dengan bahasa Inggris (yang saya anggap) fluent, Ibu Pawna menceritakan perihal sejak 3 hari yang lalu sang anak mengalami fever yang not really high, hanya sekitar thirty seven point five until thirty eight degree celcius. Selain itu sang anak (disampaikan melalui ibunya) juga mengeluhkan headache, stomachache, a bit cough, dan tadi pagi mengalami 2 kali diarrhea dengan konsistensi liquid tanpa lendir maupun darah. Dari anamnesis juga diketahui kalau si anak sore kemarin (sebelum diare) makan suatu ikan laut (yang ga punya nama khusus) dan minum jus. Tidak ada nausea maupun vomitting. Punya riwayat asthmatic. Makan dan minum hanya sedikit-sedikit.

Image

Ibu Pawna juga menjelaskan bahwa si anak ga bisa berbahasa Inggris, she only speaks French. Ooh I see. Sambil melakukan pemeriksaan fisik pada sang anak saya sempatkan untuk bertanya asal usul mereka. Hihi kesempatan. Saya sangat senang walaupun terbata-bata dalam conversation namun jelas saya lebih mengerti semua hal dan informasi yang disampaikan oleh Ibu Pawna ini dibandingkan jika saya menganamnesis pasien lokal yang menjelaskan dalam bahasa Bali xD.

Si anak yang bernama Lauranne dan Ibunya yang berasal dari Kanada ini datang berlibur ke Indonesia selama 3 minggu. Sampai di Indonesia dimulai dari Jakarta-Jogjakarta-Bromo-dan sekarang di kabupaten paling timur Bali. Iseng saya bertanya ke Ibu Pawna, di Kanada kan bi-lingual, English and French isnt it? . Seperti tahu arah pertanyaan saya kemana, Ibu Pawna langsung menjawab, Yes it is. But we come from a province which predominantly French speaking. Anak-anak disana memang diajarkan English di sekolah namun untuk bahasa sehari-hari di provinsi itu hanya menggunakan French. Saya berkesimpulan level bahasa Inggrisnya Lauranne sama lah mungkin seperti anak SD/SMP di Indonesia yang di sekolah-sekolahnya dapat mata pelajaran Bahasa Inggris seadanya. Hanya little little speak I can lah.

Sejurus setelah pemeriksaan fisik lengkap head to toe saya konsul dulu ke dokter IGD aslinya (saya dokter internship yang sedang orientasi di IGD, jadi masih harus konsul kepada yang lebih ‘senior’). Kami sama-sama sependapat untuk perlunya dilakukan complete blood count (CBC) pada pasien ini untuk screening kemungkinan penyebab, is it caused by viral or bacterial. Karena jelas untuk menentukan terapi selanjutnya. Perlu antibiotik atau tidak. Hal ini kemudian saya sampaikan kepada Ibu Pawna mengenai pengambilan sampel darah, tujuannya, rencana terapi beserta alasannya. Ibu Pawna kooperatif. Dia terlihat cukup puas (atau dipuas-puasin biar cepet?:p) dengan penjelasan saya. Setiap informasi yang saya sampaikan, Ibu Pawna men-translate-kannya kepada Lauranne in French.

Khusus untuk tidakan pengambilan sampel darah ini air wajah Lauranne berubah, seperti takut atau mencemaskan sesuatu. Ibu Pawna hanya memastikan kekhawatirannya bahwa jarum suntik yang akan digunakan benar-benar steril. Setelah kami (saya dan Bli perawat) menjamin dan memastikan mereka tampak lebih tenang. Sambil menunggu hasil lab jadi saya ngobrol-ngobrol lagi sama Ibu Pawna.

From which province in Canada you come from? Tanyaku belepotan. From Quebec, you know Montreal? We are from there 🙂, jawab Ibu Pawna sambil tersenyum. Dalam hati saya ‘Ah ya! Mesti dari situ. Satu-satunya provinsi di Kanada yang menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa utamanya’. Terus dengan sok taunya saya bilang ‘Oh ya of course i know! Yang di bagian utara Kanada itu kan?’. Ibu Pawna tersenyum lagi menjawab sambil memperagakan dengan tangannya, ‘Actually in the eastern Canada 🙂’. Haha saya malu. Sedikit :p. Ingatan terakhir saya tentang Quebec adalah dari novel yang sedang saya baca yang mana dalam ceritanya sang tokoh di novel tersebut pernah tinggal di Quebec selama satu tahun. (tapi masa iya saya mengatakan ‘oh ya Quebec, salah satu tempat di novel trilogi N5M’. Ga nyambung.)

Image

Anyway, Bli pemandu lokal yang daritadi menemani ternyata fasih sekali berbahasa Prancis *.* saya sampai mupeng sekali. Jadi berandai-andai kalo aja saya lanjutin terus les bahasa Prancisnya dulu sampai mentok tok tok, mungkin saya bisa langsung praktekin ke pasien ini. Bisa langsung nanya keluhan dan apa yang dirasakan sama Lauranne. Dengan adanya Bli pemandu yang fasih itu aja Ibu Pawna sudah heran, memuji, dan mengaku senang sekali ada orang yang fasih berbahasa lidah mereka disini. Apalagi kalau di IGD salah satu rumah sakit daerah di kota kecil di timur Bali ada dokter yang bisa anamnesis pake bahasa Prancis!

Sekuat upaya saya berusaha mengingat-ingat lagi frase apa dalam bahasa Prancis yang tepat dengan situasi yang bisa saya sampaikan kepada mereka saat ini. Untuk apa? Untuk meng-impress mungkin hehe. Atau untuk belajar, merecall, dan mempraktekan lagi secuil ilmu yang dulu pernah saya pelajari. Atau juga mungkin sebenarnya untuk membangun kepercayaan antara dokter-pasien agar tercipta komunikasi efektif dua arah sehingga dapat mencapai tujuan bersama dengan baik (kesembuhan pasien). Ah yang terakhir ini terlalu idealis memang x).

Tersadar lagi oleh kenyataan, nyatanya saya ga bisa “mengungkapkan” apa-apa. Saya semi mengutuk diri sendiri yang tidak tau ‘bagaimana apa sudah merasa lebih baik?’ dalam bahasa Prancis. Atau hanya sekedar bertanya ‘bagaimana rasanya sekarang?’. Atau ‘jangan khawatir semua akan baik-baik saja’. Yang keluar hanya frase-frase dalam bahasa Inggris yang juga masih belepotan hehe. Ah sudahlah.. sepertinya saya harus buka-buka lagi buku les dulu. Dan yang jelas, English nya dilancarin dulu juga! Pernyataan Bli perawat ‘untung dokter bagus bahasa Inggrisnya’ terasa seperti sindiran bagi saya yang memang masih asli belepotan. Semoga lain waktu dapat pasien bule lagi hehe.

Di akhir perjumpaan dokter-pasien ini, setelah menjelaskan seluruh hasil pemeriksaan (ternyata memang terdapat infeksi bakteri), edukasi terapi dan prevensi untuk selanjutnya, Ibu Pawna dan Lauranne mengucapkan ‘terima kasih’ dan ‘thank you’ secara berturutan yang saya balas dengan ‘sama-sama, de rien’. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s