Merak Tanpa Judul


Anda tahu kan burung merak. Iya, sejenis burung yang tidak bisa terbang (eh, bisa ga sih? ;p) yang kalau berjalan melenggak-lenggok itu. Pasti bayangan di pikiran yaitu unggas yg berbulu dominan hijau keemasan dengan motif berwana cantik dengan ekor yang bisa mekar indah banget, Iya apa iya?

Tapi tahukah anda. Bahwa burung merak yang ada dalam imajinasi pikir anda saat ini tidaklah semuanya benar. Pertama, ga selalu benar, karena spesies merak yang masih ada di dunia ini ternyata warna nya ga cuma hijau keemasan, tapi ada juga merak putih dan merak biru. Cuma memang di Indonesia jenis meraknya kebetulan yang hijau. Kedua, burung merak cantik yang sedang melenggak-lenggok dipikiran itu hanya lah yang berjenis kelamin pria. Pasalnya burung merak wanita tidaklah seperti yang dibayangkan. Merak betina tubuhnya lebih kecil dengan warna yang lebih kusam kelabu tidak mengkilap dan juga tidak lebih cantik dibanding yang jantan.

Berbeda dengan spesies manusia. Sifat cantik pada manusia identik dengan kaum wanita. Namun ‘cantik’ dalam bangsa merak itu sebenarnya sifat dari para pejantan. Jadi kalau kamu pria dan sebangsa merak, jangan tersinggung kalau dibilang ‘how cute and pretty and very beautiful’. Itu maksudnya bukan berarti gay atau feminin, tapi berarti kamu sukses sebagai merak pria.

Banyak spesies lain yang juga cantik dan lucu, tapi kenapa burung merak menjadi begitu anggun dan terlihat berwibawa? Sebuah sumber menyebutkan ternyata sejak dulu burung Merak menjadi bagian penting dari filosofi bebrapa negara seperti Jepang, China, dan Yunani. Burung merak adalah simbol kewibawaan. Katanya, makna mata yg terdapat di ekor merak sebagai perantara untuk melihat masa depan dan juga bisa dijadikan sebagai penghubung antara masa lalu dan masa sekarang. (jangan terlalu percaya secara harfiah ya)

Di dunia nyata, keanggunan dan cantiknya si merak pria ini terpampang nyata saat mereka ingin menarik hati dan perhatian merak wanita. Jika burung merak jantan mendekati merak betina yang mereka suka, maka bulu-bulunya akan mekar.  Tak lain dan tak bukan agar mereka bisa mendapatkan merak wanita tersebut saat musim kawin. Ini merupakan salah satu bentuk adaptasi tingkah laku reproduksi makhluk hidup yang bermacam-macam. Kalau spesies jantan lain mungkin ada yang akan bertarung mati-matian untuk bisa dapetin betina, tapi kalau di dunia merak mereka cukup hanya bersolek memekarkan bulu seindah-indahnya di depan wanitanya (plumage kriptik).

Tapi tunggu dulu, jangan terlalu cepat untuk kagum sama merak pria (even though I admire peacock). Karena ternyata merak pria bukan orang yang setia, mereka merupakan spesies poligami, mempunyai pasangan lebih dari satu. Make sense sih, secara pertama, mereka masih hewan, ga bisa disamain sama manusia lah yaa xp. Walaupun merak sama manusia sama-sama sexual dimorfisme sih… Kedua, dengan hanya menjadi orang, eh, makhluk, plumage kriptik, merak bisa mendapat banyak perhatian dari lawan jenis tanpa harus bersusah payah bertarung mengancam nyawa nya sendiri. Dan ketiga, menurut analisis saya pribadi sih, sebagian besar merak betina itu mungkin terlalu terpesona atau berprinsip appearance does matter. Atau juga mungkin mereka terlalu innocent saat ada merak jantan yang menarik perhatiannya, mereka jatuh hati padahal sebenarnya pejantan melakukan itu ke beberapa orang. Hhe. Yaa terserah mereka-mereka juga sih yaa xD

Jadi, memang itulah bedanya manusia dan merak, yang memang jelas-jelas berbeda. *kesimpulan yang sangat mengagetkan kaan… Pardon my random wish-wash x)

peacock

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s