Tigger, si harimau kecil


Batu keras kayak batu kalau lama-lama ditetesin air juga akan lunak terus pecah.

wpid-fb_img_14468599525881.jpg

Ga pernah kebayang saya bisa sampai segitunya, sebegitunya-banget, saat kehilangan kucing. Kucing??? Iya! Sejenis kucing, makhluk yang sebelumnya amat sangat ga dipedulikan, disebelin, diomelin, diusir-usir. Apalagi saya pernah menuliskan bahwa saya termasuk dog-type person dengan membanding-bandingkan keduanya. Tapi dia bukan hanya kucing, dia Tigger.

Apalah daya, Tigger hadir dan mengubah segalanya….menjadi lebih indah…(halah, malah jadi lirik lagu xp).

Belum genap 6 bulan yang lalu dia menghembuskan nafas pertama di rumah ini, bersama dengan 2 orang saudara kembarnya. Mereka menjadi triplet baru. Tapi Tigger beda sendiri diantara 2 saudara kembarnya, badan paling besar, dengan bulu belang-belang sedangkan 2 lainnya berbulu hitam. Sejak masih orok dia udah aktif bangett geraknya, mimik susu juga paling sering karena dia paling kuat (haha kasian 2 yang lainnya, sampai yang 1 meninggal karena BBLSR dan ga kuat nyusu, dehidrasi).

Diusia belum 3 bulan, ibunya Tigger hilang 😥 Untung dia udah bisa minum air putih biasa dan makan snack. Tumbuh kembangnya juga meningkat pesat. Terutama kognitif dan motoriknya. Yang jelas dia kami juluki ‘caciang gilo’ (cacing gila/cacing kepanasan) karena ga pernah bisa diem…ngintiiill dan lonjak loncat terbang sana-sini terus klo ada orang di rumah. Dan entah kenapa mukanya Tigger itu lucu, ngeliat kita selalu eye contact dengan raut yang selalu penasaran ingin tau apa aja. Hobinya mainin kantong plastik atau tali apa aja. Biasanya kalau ada kucing yang hiperaktif kayak gini gue akan sebelll banget, tapi entah kenapa yang ini ngga.

Sama halnya setiap baru pulang ke rumah, biasanya Tigger udah nangkring di depan sebelum pintu masuk terus duduk tegak dengan muka ingin tau nya nunggu kita datang. Kalo lagi di dalam rumah, dia juga suka nyempil-nyempil nemenin bunda masak di dapur, atau tidur di kursi sebelah nemenin waktu ayah lagi kerja, atau mondar-mandir atau tiduran di sajadah waktu kami lagi sholat berjamaah. Satu kebisaannya Tigger, dia bisa mijit! Naik ke atas kaki terus dengan dua kaki depannya yang masih imut dia mulai gerakan layaknya memijit, gerakan repetitif menekan dengan telapak kakinya bergantian tanpa mengeluarkan kuku-nya.

Lama-lama main dan berinteraksi sama Tigger udah jadi kebiasaan dan kebutuhan. Penghibur hati ngeliat tingkah lakunya. Entah hipnotis apa yang udah dia pake sampai bisa membius gue gini. Memperlakukan dia udah sama kayak memperlakukan anak manusia.. Namun Allah berkehendak lain. Allah juga lebih sayang Tigger sehingga Dia memanggilnya untuk dipindahkan ke tempat yang lebih baik.

Gue ga tau dan ga ada ide apa yang ada dipikiran Tigger selama dia disini. Semoga dia senang, semoga dia bisa merasa disayang. Katanya semua binatang masuk surga kan ya? Pasti Tigger akan lebih senang lagi kalau begitu.

Selamat berlarian dan loncat-loncat lagi ya Tigger..makan yang banyak…main-main sama orang-orang terbaik disana, see you when I see you ;’)

He is not just a pet, he is part of the fam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s