Sang Marginal


Hey kamu, apa kabar? 🙂

Mohon maaf telah mengabaikan mu dalam waktu yang cukup tidak sebentar. Masih seperti yang dulu ka(h)n? Kamu yang selalu disitu, tidak peduli bagaimanapun perlakuan yang kamu dapat. Kamu yang tidak pernah mengeluh meskipun jangankan disentuh, disapa pun tidak. Kamu yang tidak pernah protes ketika tidak dianggap dan diabaikan begitu saja. Kamu yang selalu menyambutku dengan senyum dan peluk erat ketika aku pulang sesukanya atau setelah sekian lama. Kamu yang tetap menerimaku apa adanya.

Sesungguhnya dari mu-lah aku belajar mencintai Dia. Tidak jarang berkat peranmu lah aku dapat berbicara pada-Nya sampai otak pun ‘diam’ karena sedang diambil alih qolbu. Dia yang di atas segala-galanya sangat menyayangiku. Dia yang sangat dekat yang bahkan tidak pernah beranjak satu mili pun dari vena jugularis ku. Dia yang kadang membuatku merasa tidak pantas untuk meminta lebih dan lebih lagi. Namun Dia tidak pernah bosan-bosannya mendengar keluh dan ceritaku. Dia yang selalu memberiku yang terbaik, menegurku jika lalai, dan maha memaafkan. It is Him whom I love the most.

Anyway, Marginal. Aku kasih kamu hadiah karena kesetiaan dan dukunganmu yang tanpa pamrih. Postingan dengan nama mu ini menjadi yang pertama yang (akhirnya) ku buat (walaupun isinya jauh dari maksud awal) sejak 27 hari lalu aku menginjakkan kaki di tanah Britania Raya ini. Happy? You supposedly so ;p

East Acton, October 22nd 2015,

Have a good night, kamu 🙂

*doakan aku untuk bisa lebih sering mengunjungimu ya*

One thought on “Sang Marginal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s